Akbarpost/Kawasan purbakala Situs Gua Liang Kaporoli (sering disebut Liang Kobori) dan Gua Metanduno di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, adalah bukti sahih bahwa nenek moyang kita ratusan bahkan ribuan tahun lalu sudah mahir berkarya seni jauh sebelum aplikasi pembuat gambar berbasis AI diciptakan. Kompleks gua batu kapur (karst) yang membentang eksotik ini bak museum galeri seni alam bawah tanah, di mana dinding-dinding guanya dihiasi oleh ratusan lukisan cadas (rock art) berwarna merah kecokelatan yang digambar menggunakan bahan alami.

Begitu Anda melangkah ke dalam rongga gua yang teduh dan sedikit lembap ini, aura mistis sekaligus megah langsung terasa, seolah-olah sedang memasuki lorong waktu. Ornamen stalaktit dan stalagmit yang menggantung anggun di atap gua makin mempertegas kesan artistik tempat ini, sampai-samai Anda mungkin akan berpikir kalau arsitek interior zaman batu jauh lebih estetis ketimbang gaya rumah minimalis modern masa kini.

Potensi wisata di Liang Kobori dan Metanduno menawarkan pengalaman edukasi dan petualangan visual yang sangat kaya, memanjakan tidak hanya mata tetapi juga imajinasi Anda. Di Gua Liang Kobori, Anda dapat menyaksikan guratan gambar manusia, fauna, simbol-simbol mistis, hingga adegan berburu yang penuh cerita masa lalu. Sementara di Gua Metanduno, yang jaraknya berdekatan dan berada di kawasan yang sama, lukisan berupa sosok manusia yang menunggangi hewan atau simbol-simbol perburuan siap membuat Anda berdecak kagum. Sekaligus mikir keras, "Ini maksud nenek moyang gambar sapi atau monster?".

Tempat ini merupakan surga bagi fotografer, peneliti sejarah, maupun wisatawan kasual yang ingin gaya berfoto beda dari yang lain; foto di sini dijamin bikin followers media sosial Anda mengira Anda sedang syuting film petualangan ala Indiana Jones. Kesejukan alami dalam gua dan keasrian hutan karst sekitarnya juga menjadi bonus sempurna untuk kabur sejenak dari pengapnya rutinitas kerjaan kantor yang tak kunjung usai.

Untuk mencapai galeri purbakala yang menakjubkan ini, perjalanan Anda berawal dari Kota Raha, ibu kota Kabupaten Muna. Bagi yang datang dari luar Pulau Muna, Anda bisa naik kapal cepat atau feri dari Kota Kendari maupun Kota Baubau menuju Pelabuhan Raha. Dari pusat Kota Raha, petualangan darat dimulai menuju Desa Mabolu di Kecamatan Lohia dengan menempuh jarak sekitar 10 hingga 15 kilometer saja. Anda bisa mengendarai sepeda motor atau mobil dengan waktu tempuh sekitar 20 sampai 30 menit.

Perjalanan darat ini relatif santai dan menyenangkan, melintasi perkampungan warga yang ramah serta rimbunan pepohonan khas pulau karst—jadi kalau jalanan agak bergelombang sedikit, anggap saja itu wahana massage gratis untuk pinggang Anda. Sesampainya di gerbang kawasan situs, Anda cukup berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang rindang untuk menjangkau mulut-mulut gua. Rasa lelah berjalan kaki akan hilang seketika saat Anda berdiri tepat di depan lukisan dinding gua, menyadari bahwa Anda sedang bertatap muka langsung dengan karya seni manusia purba yang usianya jauh lebih tua daripada silsilah keluarga Anda sendiri.

Ayo luangkan waktu Anda, luapkan rasa ingin tahu dan jejakkan kaki Anda ke tempat ini. Pesonanya sedang menunggu Anda untuk disaksikan secara langsung, bukan hanya lewat layar kaca. Jangan biarkan impian Anda hanya tersimpan di daftar keinginan.

Kemasi ransel Anda, rencanakan perjalanan Anda, dan buat kenangan tak terlupakan di tempat ini!
Credit picture by jatim.antaranews.com
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.