Akbarpost/Jika di Bulukumba kamu sempat terpesona oleh birunya laut, tunggu sampai kamu melangkahkan kaki ke wilayah Suku Kajang (Ammatoa). Di tengah kepungan era serba digital dan serbuan gaya hidup aesthetic, masyarakat Suku Kajang justru konsisten tampil classic dan bersahaja dengan balutan busana serba hitam. Bukan sekadar urusan fesyen, warna hitam bagi mereka adalah simbol kesederhanaan, kesetaraan, dan pengingat akan asal-usul manusia yang berasal dari tanah dan kegelapan rahim.

Suku Kajang adalah benteng terakhir pelestari alam yang sangat teguh memegang tradisi. Di saat dunia luar sibuk memikirkan cara menguras bumi, masyarakat Kajang justru punya komitmen kuat untuk merawatnya. Hasilnya? Hutan mereka tetap lestari, asri, dan hijau hingga hari ini.

Rahasia utama kelestarian alam mereka terletak pada sebuah pranata budaya bernama Pasang Ri Kajang. Secara harfiah, Pasang bisa diartikan sebagai pesan leluhur, hukum adat, sekaligus kitab pengetahuan lisan yang diwariskan turun-temurun. Ini bukan sekadar wejangan penutup tidur, melainkan "SOP" tertinggi dalam kehidupan masyarakat Kajang yang haram hukumnya untuk dilanggar oleh siapa pun, mau warga biasa sampai pejabat yang hanya sekadar lewat!

Bagi Suku Kajang, alam bukan sekadar objek yang bisa diolah seenak jidat, melainkan bagian dari belahan jiwa. Salah satu petuah "pasang" yang paling tersohor berbunyi: “Anjo boronga anre nakulle nipanraki. Punna nipanraki boronga, nupanrakki kalennu.” yang berarti (Hutan tidak boleh dirusak. Jika engkau merusaknya, itu sama saja engkau merusak dirimu sendiri.)

Prinsip ini membuktikan bahwa jauh sebelum isu climate change dan go green mendunia, Suku Kajang sudah lebih dulu menjadi 'pahlawan lingkungan' sejati. Mengapa Hutan Sangat Diagungkan? Menurut kepercayaan Suku Kajang, hutan memiliki dua fungsi vital yang tak terpisahkan:

Fungsi Ritual (Sakral): Mereka meyakini bahwa titik awal bumi pertama kali diciptakan berada di dalam hutan mereka. Maka tak heran jika hutan menjadi tempat paling suci untuk menggelar berbagai upacara adat.

Fungsi Ekologis: Hutan diibaratkan sebagai 'jantung' pembuat hujan sekaligus sang penjaga mata air—yang dalam bahasa lokal dinamakan Tumbusu’.

Saking cintanya pada hutan, aturan adat di sini terbilang extra strict. Jangankan menebang pohon atau berburu satwa, merusak rumah lebah bahkan mencabut rumput pun ada hukumannya! Jadi kalau berkunjung ke sini, pastikan jemari dan langkah kakimu tetap sopan, ya. Gaya hidup Suku Kajang dipandu oleh filosofi Kamase-masea, yaitu prinsip hidup bersahaja dan cukup. 

Di era di mana orang-orang berlomba menumpuk harta, warga Kajang justru memilih untuk hidup pas-pasan dan tidak berlebihan. Bagi mereka, mengambil dari alam secukupnya adalah kunci menjaga keseimbangan ekosistem. Atas dasar filosofi inilah, kawasan hutan di wilayah Ammatoa dibagi secara bijaksana menjadi tiga zonasi:

Hutan Keramat (Borong Karamaka)
Ini adalah zone zero alias kawasan ultra-steril. Tidak boleh ada kegiatan apa pun di sini kecuali ritual adat! Jangankan menebang pohon atau mengukur luas tanah, mengusik flora dan fauna di dalamnya saja diharamkan. Siapa pun yang berani nekat melanggar siap-siap kena denda adat yang berat, plus wajib mengembalikan kayu yang diambil ke tempat semula!

Hutan Perbatasan (Borong Batasayya)
Kawasan ini berfungsi sebagai 'zona penyangga'. Kayu di hutan ini boleh diambil, tapi wajib mengantongi izin dari Ammatoa dan syaratnya super ketat: hanya untuk kepentingan umum atau membantu warga yang kurang mampu membangun rumah. Uniknya lagi, setiap kali menebang satu pohon, kamu punya utang kewajiban untuk menanam pohon pengganti!

Hutan Rakyat (Borong Luara’)
Hutan ini merupakan zona ekonomi yang bisa dikelola oleh masyarakat umum untuk kebutuhan sehari-hari. Meski terbilang lebih fleksibel, pengelolaannya tetap tidak boleh keluar dari koridor dan norma-norma adat yang berlaku.

Dari Suku Kajang kita belajar bahwa kemajuan zaman tidak selalu diukur dari megahnya gedung pencakar langit atau canggihnya teknologi, melainkan dari sejauh mana manusia mampu menghormati dan menjaga rumah tempat tinggalnya.

Jadi, jika suatu saat kamu berkesempatan melangkah ke tanah Ammatoa, bersiaplah untuk melepas sejenak riuk pikuk modernitas, meresapi kearifan lokal yang menyejukkan jiwa, dan belajar arti kesederhanaan yang sejati!

Akbarpost/Ada lagi nih pulau yang sangat keren di Pangkep namanya Pulau Samatellu. Pulai ini terletak Desa Mattiro Walie, Kec. Liukang Tupabbiring, Kab. Pangkep, Sulawesi Selatan, Indonesia. Pulau ini masuk dalam kawasan spermonde yang tersusun oleh material sedimen karbonat yang sudah berumur.

Jika diperhatiakan pulau ini berbentuk lingkaran yang di sekelilingnya di hiasi dengan pemandangan laut lepas. Untuk bisa sampai ke pulau ini dibutuhkan waktu sekitar 2 jam dari Bandara Sultan Hasanuddin menuju dermaga Maccini Bajik di Kec. Labakkang. Kemudian melanjutkan 1 jam perjalanan menggunakan perahu nelayan sewa menuju pulau. Uniknya, jalur yang di lalui pun tidak dari bibir pantai namun melalui bentangan sungai Pangkajene dengan menumpangi kapal nelayan atau yang sering pula disebut sebagai taksi laut. 

Tapi ingat, biasanya taksi laut berangkat menuju pulau ini sekitar pukul 10.00 - jam 12.00 siang, diluar dari jam ini kadang sulit untuk menemukan perahu karena pada jam-jam tertentu air laut akan pasang disertai dengan ombak yang semakin besar.

Namun, jangan khawatir meskipun menuju ke pulau ini cukup membutuhkan waktu, tenaga, dan perjalanan yang cukup rumit namun setelah sampai kalian akan di suguhkan keindahan laut yang sangat menawan dan tidak mungkin bisa di temukan di tempat yang lain. ekosistem laut seperti ikan dan terumbu karang menjadi daya tarik utama di pulau ini. Makanya, jangan lupa membawa alat snorklin ataupun alat selam jika berkunjung kesini.

Pulau ini pun bukanlah pulau yang tak berpenghuni sehingga teman-teman jangan takut berada di pulau ini. Menurut beberapa sumber, pulau ini dihuni oleh 22 kepala keluarga yang berasal dari Suku Bugis Makassar. Makanya jumlah rumah yang bermukim di pulau ini pun berkisar 22 rumah. Namun entah sekarang apakah sudah bertambah atau malah berkurang. Makanya jika penasaran, buruan berkunjung ke pulau ini.

Sebelum masuk ke pulau ini, teman-teman akan disuguhkan sebuah pohon besar yang berumur tua, bagian bawah pohon ini dilingkari pagar yang tak jarang dibawah pohon ini ditemukan berbagai sisa-sisa sesajen. Menurut warga sekitar area sekitar pohon ini merupakan jantung dari pulau Samatellu yang diyakini memiliki energi lelulur yang perlu untuk di hormati.

Yah, boleh disebut bahwa pohon ini dikeramatkan tidak hanya oleh warga sekitar namun terkadang pun ditemukan warga dari luar datang bersiarah ke sekitar pohon ini.

Pemandangan alam yang indah berupa pasir putih yang lembut dan menawan menjadi ciri khas dari pulau ini, udara yang sejuk serta lingkungan pantai yang bersih akan menjadi pemikat bagi siapapun yang datang.

Pulau Samatellu Pedda (Geo Park Maros)

Belum lagi ekosistem lautnya yang beragam dan alami menjadikan para wisatawan kerap melakukan aktifitas pantai berupa snorkling dan diving, untuk menyaksikan secara langsung keindahan ekosisitem bawah laut disekitar pulau ini.

Tak hanya itu, salah satu kebiasan unik dari masyarakat sekitar yang sudah menjadi tradisi secara turun temurung yang kerap ditemui di pulau ini yakni dengan melakukan Mandi Safar.Tradisi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menolak bala sekaligus untuk meningkatkan silaturahmi baik sesama tetangga maupun dengan keluarga lainnya.

Credit foto by https://geoparkmarospangkep.id

Akbarpost/Ada lagi nih pulau yang sangat keren di Pangkep, Sulawesi Selatan. Namanya, Pulau Langkadea yang seringkali diistilahkan sebagai pulau yang menyimpan pesona surga terletak di desa Mattiro Sompe, Kec. Liukang Tupabbiring,Pangkep.

pulau ini tak berpenghuni yang berada dalam jajaran Spermonde. Bentuk dari pulau ini terbilang sangat unik dengan bentangan yang memanjang dan mengerucut dibagian ujung dengan luas kira-kira 3-4 kali lebih luas dari lapangan sepakbola.

Untuk sampai ke pulau ini, hanya bisa diakses melalui jalur laut dengan menyewa perahu dari pelabuhan Paotere Makassar yang dapat ditempuh berkisar 1 sampai 2 jam. Ada banyak jenis perahu yang tersedia di bibir pelabuhan dan bisa ditemukan di pagi hari namun untuk jam keberangkatan biasanya akan di mulai dari pukul 11.30 siang. Perahu ini milik warga yang memang hanya di peruntukkan sebagai alat transportasi tradisional yang disiapkan untuk menjangkau pulau ini. Namun mimin sarankan jika ingin berkunjung ke pulau ini, baiknya barengan bersama kawan, sahabat, atau keluarga. Tapi ingat jangan hanya berdua dengan pacar atau pasangan yah, soalnya takut jangan sampai ada yang salah paham atau salah pecah. Hehehe. bercanda...

Selain karena pesona alamnya yang menarik, salah satu yang menjadi daya tarik unggul di pulau ini yakni dengan adanya hamparan pasir putih yang lembut, lengkap dengan air lautnya yang biru dan sangat jernih. Perpaduan kedua ini menjadikan pulau ini masuk sebagai kunjungan destinasi terfavorit dan populer di Kab. Pangkep.

Laut dengan air yang jernih ini memiliki kedalaman sekitar 35 meter. Hal ini menjadikan perairan laut yang terdapat di pulau ini termasuk ke dalam perairan laut dangkal. Suhu di pulau ini juga masih termasuk ke dalam suhu normal bagi daerah tropis. Hal ini dikarenakan area perairan di pulau ini dipengaruhi oleh arus lintas perairan Indonesia. Keadaan bawah laut di pulau ini juga menyuguhkan pemandangan yang indah.

https://www.itusaya.com

Pulau Langkadea Pangkep(Menatap Negeri)

Bawah laut dari Pulau ini didominasi oleh terumbu karang. Bahkan di laut ini juga ditemukan 176 jenis hewan yang sangat mempengaruhi proses pembentukan karang. teman-teman juga dapat menemukan keindahan ini di kedalaman sekitar 10 hingga 25 meter.

Namun uniknya, laut yang terdapat pada pulau ini memiliki luas terumbu karang yang mencapai hingga 27.000 Ha. Coba bayangkan begitu luasnya hamparan terumbu karang yang ada disekitar pulau ini.

Tak hanya bisa menikmati indahnya pemandangan alam bawah laut, teman-teman juga dapat menikmati keindahan pulau tersebut dengan mendirikan tenda ataupun memasang sebuah hammock untuk bersantai sambil menikmati angin sejuk yang terbawa oleh ranting pohon.

Saking indah dan menawannya sehingga Pulau ini dijuluki dengan nama “mustika citra langkah island” sebagai sebuah penghormatan karena keindahan alamnya yang tak tertandingi.

Inilah yang tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk segera melakukan snorkeling ke bawah laut atau mungkin ingin menyelam untuk melihat keindahan dari dasar di sekitar pulau ini. Soal fasilitas jangan khawatir karena pulau ini sudah dilengkapi dengan fasilitas mulai dari yang cukup sederhana hingga penginapan yang mewah. Semua sudah tersedia disini.

Konon katanya, pulau ini pernah berpenghuni, dihuni oleh sebuah keluarga yang kemudian berpisah dan ditinggal oleh ana-anaknya karena adanya sengketa setelah ayahnya meninggal. Sedangkan menurut cerita yang lain, pulau ini dahulu adalah milik warga yang kemudian pergi setelah terjadi sengketa politik saat pemilihan bupati.

Namun masalah diatas tidak mengurangi keindahan yang dimiliki pulau ini. Makanya, jika penasaran, buruan kesini biar bisa merasakan indahnya pulau Langkadea.

Credit foto by Itrip


Akbarpost/Jalan-jalan ke Sulawesi Barat memang tak pernah ada bosannya, banyak spot wisata menarik yang bisa di temukan disini. Salah satunya yakni berkunjung ke pulau Malamber. 
 
Pulau ini terletak di desa Bala-Balakang Timur, Kecamatan Bala-Balakang, Mamuju. Meskipun masuk dalam wilayah Mamuju namun jika di lihat dari peta, pulau ini berada diantara pulau Sulawesi dan Kalimantan.

Nama dari pulau ini berasal dari bahasa suku Mandar yang memiliki arti "panjang". Penamaan dari pulau ini memang sangat cocok dan sesuai dengan karateristik pulaunya yang memanjang.

Untuk sampai ke pulau ini diperlukan waktu sekitar 10 jam menggunakan perahu nelayan. Wah, gimana rasanya yah naik perahu 10 jam dengan kondisi ombak yang besar. Tapi lumayan menarik dan menantang sih untuk di coba.

Pulau ini memang cukup jauh karena berada di bagian terluar Sulbar. Namun meskipun jauh dan sulit untuk di kunjungi namun pulau ini banyak di huni oleh warga lokal.

Namun ada yang unik loh tentang pulau ini karena pulaunya hanya satu namun di lain waktu terkadang bisa menjadi dua bagian. Tapi ini bukan cerita mistis, hanya saja di saat air laut surut maka pulau ini akan terbagi menjadi dua bagian namun setelah pasang akan kembali menyatu. Sehingga masyarakat sekitar sering menyebutnya pulau Malamber besar dan pulau Malamber kecil.

Pulau Malaber (Kumparan)

Namun jangan heran, meskipun jaraknya jauh dan akses sulit untuk sampai ke pulau ini namun semuanya akan hilang seketika setelah sampai ditepi pantai. Keindahan pantai kedua pulau ini sangat menawan dan mempesona dengan pasir putih yang halus dan bersih. 

Selain pantainya yang sangat menawan, pulau ini juga di dominasi oleh tumbuhan cemara, yang membuat suasana semakin nyaman, di tambah lagi dengan hembusan angin sepoi-sepoi.

Tak hanya itu loh, disekitar pantai ini pun bisa dijumpai berbagai jenis biota laut. Bahkan terkadang ikan lumba-lumba pun tidak jarang terlihat seakan bermain di tengah birunya air laut. Kadang pula terlihat berenang hingga ke tepian pantai.

Makanya, saat berada di pulau ini tak elok rasanya jika tidak melakukan aktifitas pantai seperti berenang, menyelam, atau aktifitas lain yang bisa membuat suasana semakin berkesan. 

Makanya buruan ke pulau ini, mumpung hari libur.

Credit foto by Katinting

Akbarpost/Jalan-jalan ke Sulbar pastinya akan selalu mengasyikkan loh, berbagai destinasi  ada di kota ini. Mulai dari wisata pantai hingga gunung semuanya keren, namun kami lebih merekomendasikan untuk mengunjungi salah satu pantai yang cukup menarik dan populer di kota Mamuju. 

Namanya, Pantai Lombang-Lombang yang terletak di kelurahan Sinyonyoi, Kec. Kalukku. Meskipun letaknya yang berada diluar kota namun pantai ini kerab ramai dikunjungi oleh masyarakat lokal maupun warga dari luar kabupaten.

Untuk sampai ke pantai ini, kami sarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi agar lebih mudah di jangkau namun bisa juga menggunakan jasa kendaraan umum atau angkot karena masih tersedia.

Pantai ini sangat terkenal dengan pemandangan alamnya yang menawan  karena semuanya masih terjaga sehingga wajah aslinya masih nampak sangat alami.

Belum ada rekayasa pembangunan yang dilakukan di pantai ini selain dengan penambahan beberapa fasilitas penunjang wisata seperti toilet dan sejenisnya. 

Tetapi alangkah baiknya jika teman-teman berkunjung di akhir pekan atau di waktu libur karena pantai ini sangat cocok dijadikan tempat untuk melepas lelah setelah disuguhi pekerjaan yang begitu banyak dalam rutinitas sehari-hari.

Selain dapat menikmati keindahan alam sekitar pantai ini, pengunjung pun bisa menyusuri hamparan pasir yang terjuntai disepanjang bibir pantai yang cukup panjang dan luas serta dapat menyaksikan deretan pohon kelapa yang sangat indah.

Inilah yang membuat para pengunjung bebas melakukan akitifitas apapun di pantai ini, seperti bermain pasir, bermain voli pantai atau sepakbola, atau sekedar duduk-duduk santai sambil menikmati tiupan angin sepoi-sepoi karena masih terasa teduh meskipun di siang hari.

Banyak juga yang memilih untuk berenang, karena ombak yang ada di sepinggiran pantai ini terbilang cukup tenang, sehingga sangat cocok untuk melakukan olahraga renang. Jika tidak mahir jangan khawatir karena disini telah disediakan tempat untuk menyewa pelampung lokal alias ban bekas.

Jika ingin beristirahat pun bisa, ditempat ini pun sudah tersedia balai-balai bambu yang berjejer rapi disepanjang bibir pantai.Cukup dengan mengeluarkan budget sebesar Rp.25ribu teman-teman sudah bisa menggunakannya untuk sekedar istirahat.

Apalagi jika berkunjung di sore hari, maka akan lebih baik agar bisa secara langsung melihat terbenamnya mentari sore  kembali keperaduannya.

Credit foto by Wisatakita.com


Akbarpost
/Sulawesi Barat memang surga bagi para wisatawan, berbagai ragam destinasi wisata ada disini. Mulai dari pantai hingga puncak gunung semuanya tersedia. Kalau tidak percaya, coba deh luangkan waktu sejenak untuk mengunjungi salah satu destinasi wisata puncak gunung yang sekarang lagi populer.

Namanya Puncak Gunung Buntu Liarra, sebuah detinasi wisata puncak gunung yang menawarkan keindahan alam di dataran tinggi. Destinasi ini terletak Parondobulawan Kec. Tandu Kalua Kab. Mamasa. Untuk sampai ke lokasi spot yang satu ini bisa menggunakan kendaraan pribadi atau menggunakan jasa ojek, namun alangkah baiknya sih jika menggunakan kendaraan pribadi biar nggak repot.

Ada dua jalur yang bisa dilalui untuk sampai kesini. Bisa melalui Desa Talimbung ataupun melalui desa Bella Peu. Terserah dari teman-teman kira-kira mau melalui jalur yang mana, karena kedua jalur tersebut terbilang sama saja. Setelah sampai di desa yang dimaksud, teman-teman kembali harus melakukan trekking menuju puncak Buntu Liarra yang kira-kira membutuhkan waktu sekitar 20 - 30 menit. Bergantung dari seberapa kuat teman-teman bisa menaklukkan tanjakan dari gunung ini.

Puncak ini tidak begitu tinggi teman-teman sehingga jangan khawatir, tidak perlu terlalu banyak persiapan. Cukup dengan membawa bekal termasuk air minum yang lebih banyak. Namun ada baiknya jika saat berkunjung, mending sekalian berkemah agar bisa menyaksikan matahari terbit di puncak gunung ini. Karena keindahan klimaks dari spot puncak Buntu Liarra terletak pada pagi hari disaat matahari pagi terbit dari ufuk timur.

Disini teman-teman akan melihat indahnya biasan cahaya matahari yang masih seakan berselimut awan tebal yang menggumpal, bagaikan kehadiran kita sedang lagi berada diatas awan. Itulah sebab, kenapa Puncak Buntu Liarra juga diistilahkan sebagai negeri diatas awan.

Credit foto by Celebes

Akbarpost/Jalan-jalan ke Sulawesi Barat tak akan ada bosannya, suguhan begitu banyak spot-spot wisata yang keren membuat kita begitu betah, apalagi jika menyempatkan diri untuk berkunjung ke Pulau Gusung Toraja.

Pulau yang identik dengan pasir putih ini merupakan pulau yang kosong atau tidak berpenghuni, disamping itu ukurannya pun sangat kecil, kira-kira hanya seukuran luas lapangan sepak bola. Makanya, untuk bisa mengelilingi pulau ini mungkin hanya membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit.

Pulau ini terletak di bagian selatan polewali mandar tepatnya di kelurahan Ammasangang, kec. Binuang. Untuk dapat sampai ke pulau ini, teman-teman dapat mengambil jalur penyeberangan dari dermaga Belang-Belang di desa Tonyaman, kec. Binuang, kab. Polewali Mandar. Karena letak dermaga yang berada diluar kota kabupaten maka ada baiknya jika menggunakan kendaraan pribadi, sebab akses untuk kendaraan umum masih sangat terbatas.

Dari dermaga ini teman-teman bisa menggunakan jasa sewa perahu atau yang kerab disebut taksi laut bagi masyarakat lokal. Tak perlu takut menggunakan jasa perahu yang ada disini karena ukurannya lumayan panjang, yah kira-kira sekitar 5- 6 meter dengan daya muat berkisar  8 -10 orang. Perahu ini pun dilengkapi dengan cadik atau "palatto" yang berfungsi sebagai penyeimbang saat perahu sedang mengarung.

www.itusaya.com

Pulau Gusung Toraja(Wartaevent)

Tak hanya Pulau Gusung Toraja, lewat dermaga ini pun teman-teman bisa mengunjungi pulau-pulau lain yang ada disekitar, seperti pulau Batto dan pulau Salamaq. Kedua pulau ini masuk kategori pulau berpenghuni berbeda halnya dengan pulau yang tidak berpenghuni diantaranya, Gusung Toraja, Dea-Dea, Landea, Karamasang, dan Panampeang. Jadi tinggal memilih mau berkunjung ke pulau yang mana.

Hanya saja untuk aktifitas setiap harinya, biasanya taksi laut yang tersedia disini lebih dominan tujuannya menuju pulau Batto dan Salamaq karena taksi laut ini menjadi satu-satunya transportasi laut yang bisa digunakan oleh masyarakat sekitar dari dua pulau ini untuk bolak balik menuju kota kabupaten untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Sementara khusus untuk Pulau Gusung Toraja biasanya hanya akan ramai saat hari libur dan akhir pekan, atau oleh kelompok pemancing yang ingin merasakan sensasi mancing di Gusung Toraja.

Biaya sewa taksi laut untuk sampai ke pulau Gusung Toraja mungkin sedikit lebih mahal dibanding kedua pulau yang berpenghuni karena untuk sampai ke pulau Gusung Toraja masuk dalam kategori tujuan wisata. Berbeda halnya dengan mengunjungi dua pulau berpenghuni karena sudah menjadi alat transportasi warga. Yah, kira-kira sekitar Rp.200ribu - 300ribu.

Pulau Gusung Toraja terbilang pulau yang paling terluar, sehingga butuh waktu sekitar 20-25 menit untuk sampai ke bibir pantai. Melewati pulau Battoa di sisi kanan, pulau Dea-Dea dan pulau Salamaq di sisi kiri. Cukup jauh dari pulau-pulau besar seperti Battoa, Tangnga, dan Karamasang.

Namun uniknya karena pulau ini merupakan satu-satunya pantai bertekstur pasir berwarna putih, karena itulah kemudian masyarakat lokal mengenal nama lain pulau ini sebagai "Pulau Pasir Putih". Jika terdapat gelombang besar dari arah teluk maka Gusung Toraja lah yang pertama kali akan mendapatkan efek.

Gusung Toraja memiliki pesona yang dapat diandalkan sebagai destinasi wisata bahari dengan sajian ragam pilihan yang menarik bagi teman-teman, mulai dari menyusuri bibir pantai berpasir pasir putih, meniti bakau, menyaksikan indahnya terumbu karang leawt aktifitas snorkling, melihat view sunset dan sunrise, lokasi renang, spot untuk mendirikan tenda untuk berkemah, serta berbagai aktifitas menarik lainnya.

Pokoknya berlibur ke pulau ini tak akan pernah ada ruginya, suguhan berbagai keindahan alam yang beragam disertai dengan ombak yang begitu tenang akan menjadi liburan paling mengesankan buat teman-teman. Jangan lupa ajak keluarga biar rame dan menyenangkan.

Credit foto by Tribun Sulbar

Akbarpost/Jika teman-teman lagi berada di Mamuju, Sulawesi Barat. Maka tak lengkap rasanya jika tidak sekalian berkunjung ke salah satu pulau yang cukup populer karena perawakannya yang sangat menawan, namanya Pulau Karampuang. Pulau ini terletak di Kecamatan Simboro Kepulauan, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Pulau ini pun tak begitu luas hanya berkisar 6 kilometer pesegi. 

Pulau ini tidak hanya sekedar menjadi salah satu destinasi yang menunjang iklim pariwisata di kota Mamuju namun pulau ini pun menjadi penyangga hijau yang sangat membatu dengan keberadaannya sebagai lahan hutan. Nama asli dari pulau ini sebenarnya bernama pulau Liutang hanya saja karena keindahan dari perawakan pulau ini begitu sangat mempesona sehingga diibaratkan rembulan atau bulan purnama yang kebetulan ada dalam sebuah lagu yang berjudul Karampuang.

Tak hanya itu, versi lain dari penamaan pulau ini karena adanya sejarah masalalu yang konon katanya pulau ini menjadi tempat persembunyian para raja dari kejaran tentara Belanda, di masa kolonialisme. Persembunyian dinamakan Karampuang sebab kata itu disusun dari Kara artinya karang, batu, atau pulau; dan Puang artinya bangsawan, ningrat, raja (maradika). Dari gabungan dua kata itu membentuk sebuah arti pulau para raja atau pulau para bangsawan.

www.itusaya.com

Pulau Karampuang Mamuju(KSMTour)

Inilah yang menjadi awal mula nama Karampuang melekat hingga saat ini menjadi istilah nama populer dari pulau yang satu ini.

Letak Pulau ini pun sangat mudah dijangkau karena hanya berjarak sekitar tiga kilometer dari kota Mamuju, atau berkisar 20 menit menggunakan katinting lewat dermaga kota Mamuju yang terdapat di area tempat pelelangan ikan Kasawi. Dari dermaga ini, teman-teman bisa menyewa perahu motor yang tersedia, biasa disebut dengan sebutan katinting.

Pulau Karampuang memiliki keindahan bawah laut yang sangat keren, berupa terumbu karang dan biota laut lainnya yang mengagumkan, disertai dengan airnya yang bersih dan jernih. Hal inilah yang membuat siapapun yang berkunjung kesini pastinya wajib untuk berenang atau menyelam, untuk semakin memperjelas keindahan pesona bawah laut dari pulau yang satu ini. Bisa melalui skin diving (selam dangkal) dan snorkeling (selam permukaan). Selain itu, di kawasan pulau ini terdapat sebuah dermaga kayu sepanjang 500 meter dan dibangun dari garis pantai yang terjuntai ke laut.

www.itusaya.com

Pulau Karampuang Mamuju(Pesisir)

Di kawasan pulau ini juga terdapat sumur tiga rasa atau yang sering dikenal dengan nama sumur Jodoh. Sumur ini tepatnya berada di bagian selatan dari Pulau Karampuang. Banyak masyarakat yang percaya bahwa sumur ini bisa mendatangkan jodoh bagi siapa saja baik perjaka ataupun gadis yang meminum air sumur ini. Untuk rasa air di sumur ini memang benar bahwa sumur ini memiliki 3 rasa yang berbeda yakni asin, tawar dan payau.

Tak hanya itu, pulau ini pun dilengkapi dengan sebuah goa yang akrab disebut Goa Lidah. Teman-teman bisa menyusuri lekukan dari goa ini melalui tangga - tangga yang tersedia. Memang sih jika dilihat dari luar, goa ini begitu sangat kecil namun setelah masuk, teman-teman akan disuguhkan sebuah pemandangan berupa ruangan luas dilengkapi dengan dinding kokoh yang terbuat secara alami. Biasanya, goa ini banyak dihuni oleh kelelawar makanya jangan heran jika didalam goa ini banyak dijumpai kotoran kelelawar ataupun kelelawarnya yang sedang bergelantung di dinding-dinding goa.

Bagi teman-teman yang dapat malam di pulau ini, jangan khawatir karena di pulau ini pun sudah tersedia berbagai fasilitas nginap, namun jangan heran jika fasilitas nginap dipulau ini masih terbilang tradisional yang dindingnya hanya terbuat dari anyaman bambu dan tiangnya terbuat dari pohon pinang. Cukup sederhana namun itulah cara masyarakat di pulau ini untuk menjaga kelestarian alam melalui pemanfaatan kearifan lokal.

Gimana keren kan pulau ini? Makanya, buruang berkunjung biar bisa merasakan sensasi dari pulau Karampuang yang berada di bagian barat pulau Sulawesi.

Credit foto by Celebes id

Akbarpost/Jalan-jalan ke Majene Sulawesi Barat pastinya tidak akan lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke pantai Dato. Pantai ini merupakan salah satu destinasi wisata pantai yang cukup terpopuler di kota Majene. Pantai Dato terletak di lingkungan Pangale, Kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae Timur.

Untuk sampai ke kawasan pantai ini, teman-teman dapat menempuhnya dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum baik roda dua maupun roda empat, namun disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi karena letaknya yang berada di tepi kota menjadikannya tidak dilalui oleh angkot namun jangan khawatir, teman-teman pun bisa menggunakan jasa ojek lokal yang tersedia dipersimpangan jalan menuju destinasi wisata ini.

Jika teman-teman berangkat dari kota Makassar untuk sampai ke kabupaten Majene, kira-kira membutuhkan waktu sekitar 6 sampai 8 jam dengan tarif kendaraan umum Rp100 - 150rb. Teman-teman juga bisa menggunakan jasa undara melalui Jalur Makassar-Mamuju lalu melanjutkan perjalanan darat kurang lebih 3 jam ke Majene dengan tarif kendaraan umum Rp30-40ribu. Namun tetap saja akan lebih mahal dengan tambahan tiket pesawat udara dari Makassar – Mamuju.

Pantai Dato Majene memiliki keistimewaan tersendiri yang mungkin akan berbeda dengan pantai-pantai lainnya. Letaknya seolah tersembunyi karena berada di tepi kota memberikan nuansa yang sangat berbeda. Untuk mencapai Pantai Dato teman-teman harus menempuh perjalanan kira-kira sekitar 3 kilometer dari pusat kota Majene, dengan kondisi jalan yang sedikit menanjak melewati rumah penduduk dan kebun milik warga sekitar.

Sampai dilokasi teman-teman akan disuguhi pemandangan yang sangat menarik. Letak pantai yang berada dibawah mengharuskan teman-teman untuk menuruni anak tangga yang mungkin jumlah tidak begitu banyak, namun disarankan untuk tetap berhati-hati karena kondisi tangganya sedikit terjal dan licin. Mungkin saja disebabkan oleh beberapa pohon beringin yang seakan menyelimuti tangga sehingga berlumut karena tidak terkena sinar matahari langsung.

Setelah menuruni anak tangga, akan segera terlihat pemandangan yang indah. Pantai ini terbagi 2 bagian yaitu pantai yang berpasir putih dan pantai beralaskan karang. Di sebelah kanan tampak pasir putih dengan beberapa formasi batu karang, disebelah kiri tampak kombinasi pasir dengan karang-karang kecil dan halus. Karang yang menjorok kelaut atau karang yang berlubang karena hantaman ombak menambah keunikan dan keindahan dari pantai ini.

Di pantai ini pun terdapat beberapa batu karang yang berukuran cukup besar terhubung oleh beberapa jembatan kayu yang terbuat dari kayu besi atau kayu ulin semakin menambah keistimewaan dari pantai ini.

Selain itu, teman-teman pun bisa menaiki bukit karang di pantai ini, Meniti pinggiran tebing karang melewati jembatan-jematab kayu yang tersedia, menuju puncak karang dengan ketinggian kira-kira mencapai 20 meter. Ini akan menjadi tantangan tersediri yang mungkin sulit untuk terlupakan karena selain bisa melihat laut lepas dari puncak karang ini, sekaligus menjadi uji adrenalin.

Apalagi di sore hari, dari pantai ini teman-teman bisa menyaksikan indahnya pemandangan matahari sore yang kembali keperaduannya atau dengan istilah bekennya, bisa melihat sunset yang seolah-olah lenyap secara perlahan-lahan menutup wajah kota Majene dengan senyum merekah.

Sepanjang garis Pantai Dato merupakan rumah bagi berbagai jenis kepiting dan kerang, dan beragam jenis ikan laut. Selain itu, perairan lepas pantainya pun relatif tenang. Dengan semua kelebihan yang dimiliki, pantai ini cocok untuk segala jenis wisata pantai, seperti bermain pasir, memancing, hingga berenang. Soal fasilitas, jangan khawatir karena di kawasan pantai ini sudah tersedia berbagai macam fasilitas yang mungkin saja sangat dibutuhkan untuk bisa semakin memanjakan kehadiran teman-teman.

Pada bulan-bulan tertentu, yakni Agustus hingga September, Pantai ini pun selalu menjadi sircuit atau lokasi pelaksanaan lomba perahu tradisional Suku Mandar, yang dikenal dengan nama Sandeq Race. Ini sejenis perahu bercadik yang digerakkan hanya dengan bantuan tiupan angin pada layar.

www.itusaya.com

(Sandeq rice)Dinas Pariwisata Sulbar

Inilah berbagai keistimewaan yang dimiliki oleh Pantai Dato sehingga tak akan terasa lengkap jika bekunjung ke Sulawesi Barat tanpa menyempatkan waktu untuk berkunjung ke destinasi wisata yang satu ini.

Credit foto by MNC Trijaya

Akbarpost/Menginjakkan kaki di Pulau Sulawesi menjadi tak lengkap rasanya jika tidak menyempatkan waktu untuk berkunjung ke Sulawesi Barat. Provinsi yang satu ini memiliki berbagai keistimewaan yang pastinya akan membuat kehadiran teman-teman semakin berkesan. Sulbar merupakan salah satu wilayah yang terletak di bagian barat pulau Sulawesi, wilayah yang satu ini identik dengan garis pantai yang begitu panjang menjadikannya memiliki beragam destinasi wisata pantai yang menawan. Pengen tahu destinasi apa saja yang ada di Sulbar ? 

Yuk simak tulisan dibawah ini !

1) Puncak Buntu Liara

Destinasi alam yang satu ini masih terbilang baru, terletak di Parondobulawan, Kec. Tanduk Kalua, Kab. Mamasa. Puncak Buntu Liara sering disebut pula sebagai negeri diatas awan karena letaknya yang berada dipuncak gunung.

2) Pantai Dato

Pantai ini terletak di Dusun Pangale, Desa Baurung Kec. Banggae Timur, Kab. Majene. Pantai ini sedikit berbeda dengan pantai-pantai pada umumnya yang ada di Sulawesi Barat. Di pantai ini kita bisa menemukan berbagai hal yang menarik diantanya, tebing karang yang hijau lengkap dengan pantai berpasir putih.

3) Pulau Gusung Toraja

Pulau ini sangat mempesona dengan pemandangan bibir pantai yang mengkilau. Pulau Gusung Toraja terletak di Desa Tonyaman, Kec. Binuang, Kab. Polewali Mandar. Pulau ini identik dengan pemandangan pasir putihnya yang menawan. Makanya tak heran jika pulau ini kerap dijadikan sebagai spot berkemah oleh para pengunjung.

4) Pantai Manakarra

Salah satu desitnasi wisata yang wajib dikunjungi jika berada di Sulawesi Barat yakni Pantai Manakarra. Pantai ini terletak di Jl. Yos Sudarso kelurahan Binanga, Kec. Mamuju. Pantai ini terbilang sangat mudah ditemukan karena letaknya berada di kota Polewali, sehingga pantai ini tak pernah sepi pengunjung baik di pagi, siang, hingga malam hari.

4) Pulau Karampuang

Destinasi wisata selanjutnya yakni Pulau Karampuang yang terletak di Desa Karampuang, Kec. Mamuju. Pulau ini cukup terkenal dengan kekayaan biota laut yang ada disekitarnya, makanya tak heran jika pulau ini masuk dalam deretan pulau destinasi terfavorit di Sulawesi Barat. Pulau ini memiliki sebuah dermaga yang cukup panjang terjuntai ke laut sebagai tempat sandarnya kapal-kapal nelayan disaat membawa wisatawan.

Selain dikenal karena kekayaan biota lautnya yang menawan sehingga kerap menjadi tempat favorite untuk menyelam atau snorkling. Pulau ini juga memiliki sumur yang cukup unik, sering diistilahkan sebagai sumur jodoh atau sering pula disebut sumur tiga rasa serta memiliki gua yang bernama Gua Lidah. Entah apa maksud dari nama yang disematkan namun mungkin saja karena bentuknya yang menyerupai lidah.

5) Air Terjun Tamasapi.

Tak hanya pulau dan pantai, Sulawesi Barat juga memiliki destinasi wisata alam yang menarik seperti halnya Air Terjun Tamasapi yang terletak di Desa Mamunyu, Kec. Mamuju. Konon katanya, air terjun ini memiliki ketinggian berkisar 75 meter dengan kondisi aliran air yang cukup deras yang jatuh dari atas tebing.

6) Air Terjun Indo Rannuang

Tak hanya AIr Terjun Tamasapi, masih ada destinasi air terjun yang lain diantaranya Air Terjun Indo Rannuang. Air terjun ini terletak di Desa Kunyi, Kec. Anreapi. Meskipun air terjun ini tidak setinggi Air Terjun Tamasapi namun karakter air terjun yang satu ini tak kalah kerennya dengan air terjun Tamasapi.

7) Pantai Lombang-Lombang

Destinasi selanjutnya yakni Pantai Lombang-Lombang yang terletak di Desa Sinyonyoi, Kec. Kalukku. Pantai ini juga kerap menjadi tempat favorit bagi warga sekitar untuk menghabiskan akhir pekan. Ada banyak aktifitas yang bisa dilakukan di pantai ini, selain bisa bermain olahraga pantai, disini juga disediakan alat untuk menyelam atau snorking. Namun yang tak kalah kerennya karena di pantai ini kerap dijadikan sebagai tempat pagelaran seni.

8) Pantai Palippis

Destinasi wisata yang lain di sebut Pantai Palippis. Pantai ini terletak di Desa Bala Kec. Balanipa. Kab. Polewali Mandar. Pantai Palippis identik dengan pemandangan alam pantainya yang menawan. Perpaduan antara pantai dan tebing bebatuan menjadi ciri khas dari pantai yang satu ini. Makanya wajar jika di pantai ini para wisatawan bisa memacu adrenalin untuk memanjat tebing bebatuan hijau yang menghiasi bibir pantai.

Di pantai ini juga kita bisa menyewa perahu nelayan untuk sekedar jalan-jalan menikmati indahnya tebing-tebing batu disepanjang bibir pantai. Selin itu, di pantai ini juga telah disediakan jembatan-jembatan kayu yang bertengger dibibir tebing batu sehingga bisa memudahkan pengunjung untuk melihat indahnya pemandangan laut disekitar pantai ini.

9) Pantai Mampie

Pantai ini terletak di Wonomulyo, Kec. Galeso, Kab.Polewali Mandar. Pantai Mampie identik dengan pesona bibir pantai yang menawan dihiasi dengan indahnya jejeran pohon kelapa yang mengagumkan. Selain pemandangan pantainya yang menarik, di pantai ini pula kita bisa menyaksikan budidaya rumput laut yang dilakukan oleh warga sekitar.

10) Pantai Gonda

Pantai ini masih terbilang baru dibanding dengan destinasi yang lain, namun pantai ini pun kini banyak menyita perhatian para pengunjung karena pantai yang satu ini memiliki destinasi yang cukup berbeda. Pantai Gonda terletak di Laliko, Kec. Campalagian, Kab. Polewali Mandar.

Pantai ini identik dengan pemandangan tanaman bakau atau sering pula diistilahkan sebagai hutan bakau. Para pengujung dapat menyaksikan indahnya deretan tanaman bakau melalui jembatan-jembatan kayu yang telah disiapkan. Tak hanya itu, di pantai ini pun bisa dilakukan kegiatan menyelam atau snorkling karena pemandangan bahwan lautnya yang masih terbilang mempesona.

11) Pantai Labuang

Pantai ini terletak di Laliko, Kec. Campalagian, Kab. Polewali Mandar. Pantai Labuang tidak begitu berbeda dengan pantai pada umumnya, di pantai ini kita bisa melihat pemandangan laut lepas dari bibir pantai. Menariknya karena di Pantai ini kita bisa menemukan jejeran pohon kelapa yang unik dengan karakter batang yang begkok dan terjuntai kelaut.

Akbarpost/Siapa sih yang tidak tau tentang sungai Aare di Swiss, sungai ini tak hanya dikenal dengan keindahan panorama alam sekitarnya, namun sungai ini pun telah dinobatkan sebagai surga untuk para perenang disana. Makanya tak lengkap rasanya jika berkunjung ke kota Swiss namun tak menyempatkan waktu untuk mencicipi dingin dan birunya air di sungai ini. 

Pengen tau lebih banyak tentang sungai ini ? Yuk, simak beberapa fakta unik dari sungai Aare yang ada dibawah:

1) Sungai Terpajang

Sungai Aare adalah sungai terpanjang di Swiss yang memiliki panjang 295 kilometer yang mengalir dari Kanton Bern melewati Brienzersee dan Thunersee lalu bertemu dengan sungai Rhein di dekat kota Waldshut, Jerman. (Britannica)

2) Tempat main air di musim panas

Sungai Aare menjadi spot favorite untuk berenang di musim panas. bahkan menurut penduduk Bern yang dilansir dari Bern.com, musim panas tidak akan terasa sempurna tanpa melompat ke sungai Aree.Selain berenang, berbagai permainan air bisa dilakukan disini seperti bermain arung jeram hingga berselancar mengikuti derasnya aliran sungai Aree. Bahkan ribuan pekerja kantoran di Jenewa, Basel, Bern, Zurich, dan tempat lain di Swiss kerap menghabiskan istirahat makan siang mereka di pemandian sungai atau danau untuk berenang. Setelah itu, mereka kembali bekerja.

3) Warisan budaya tak benda

Sejak tahun 2017, Sungai Aare dinobatkan oleh UNESCO dalam daftar tradisi dan warisan tak berbenda di Swiss. aftar tersebut mencerminkan keragaman budaya Swiss dan telah secara aktif dipertahankan dan diperluas sejak 2012. Bukan hanya itu, di sungai ini pernah dicatatkan rekor MURI untuk kegiatan arung jeram yang diikuti oleh 1.268 orang dari Kiesen ke Eichholz menggunakan perahu karet.

4) Memiliki kualitas air sangat baik

Sungai Aare tergolong sungai yang memiliki kualitas air yang sangat baik,Thecekodok. Air yang ada di sungai ini telah dibuktikan dengan melakukan tes sampel oleh Uni Eropa tahun 2016. Bukan hanya kualitas airnya yang menggiurkan namun warnanya pun sangat menawan, biru toska yang sangat menawan dipandang mata.

5) Sumber energi kereta gantung

Selain di nobatkan sebagai surga renang bagi warga Swiss ternyata air dari sungai Aare pernah dimanfaatkan sebagai sumber energi kereta gantung Marzilibhan tahun 1885 hingga 1973. Sekaligus menjadikan kereta gantung ini sebagai kereta gantung terpendek yang ada di Swis dengan panjang lintasan sekitar 105 meter yang menghubungkan distrik Marzili di sebelah Sungai Aare dengan Gedung Parlemen dan pusat kota Bern.

6) Dasar sungai yang dalam

Sungai Aare tak hanya dikenal karena menjadi salah satu sungai terpanjang di Swiss namun selain itu sungai Aare juga dikenal karena tergolong sungai yang memiliki kedalaman yang tak biasa. dilansir dari situs My Switzerland, kedalaman dari sungai Aare beragam hingga mencapai 200 meter. Tingkat permukaan dasar sungai pun tak rata namun memiliki jurang yang berada di wilayah Meiringen yang tak jauh dari hulu sungai.

7) Suhu Air yang tak biasa

Air dari sungai Aare akan sangat berbeda dengan air sungai pada umumnya. Air dari sungai Aare berasal dari lelehan es di pegunungan Alpen sehingga suhunya sangat dingin biasanya mencapai 15 - 20 derajat celcius pada musim panas. Karenanya, sebelum berenang di sungai Aare perlu membiasakan diri terlebih dulu menyentuh air atau bahkan duduk maupun berdiri dipinggiran sungai sebelum berenang.

8) Memiliki Arus Deras

Aliran air sungai Aare memang nampak terlihat begitu tenang namun memiliki arus yang sangat kuat. Arus sungai yang tetap ini disebut juga arus sungai konsekuen. Artinya, arus sungai ini tidak terlalu bergantung pada curah hujan. Jadi, volume air akan cenderung tetap dan arusnya juga tidak banyak berubah di segala musim. Sehingga perlu untuk selalu berhati-hati disaat berenang di sungai ini.

9) Aman untuk berenang

Sungai Aare terbilang sungai yang cukup aman untuk berenang, berbagai fasilitas penunjang pun telah disiapkan oleh pemerintah setempat, bahkan aturan sebelum berenang pun tersedia. Hanya saja tidak dianjurkan untuk berenang bagi para pemula atau mereka yang tidak tau berenang karena aliran sungai yang cukup deras serta kontur dasar sungai yang sangat dalam. Bahkan ketika arusnya diatas 230 m3/ detik, maka disarankan untuk tidak berenang karena sangat berbahaya dan sulit untuk ditemukan jika terbawa arus. Bahkan perenang dan penyelam profesional tidak bisa melakukan pencarian maksimal karena berbahaya.

10) 17 Jembatan yang membentang di sepanjang sungai

Saking panjangnya sungai Aare di Swiss sehingga terdapat 17 jembatan yang membentang diatas sungai ini, termasuk jembatan kereta api dan jalan raya yang ada di kota Bern. Uniknya lagi, salah satu jembatan tertua di kota Swiss pun membentang diatas sungai ini yakni jembatan batu Untertorbucke (jembatan Untertor) yang menghubungkan distrik Matte dengan Altenberg tahun 1487.

Credit foto by celebrities.id


Akbarpost /Setiap suku di berbagai daerah pastinya memiliki prosesi atau adat pernikahan yang berbeda-beda, seperti halnya suku bugis, suku yang bermukim di Tanah Sulawesi Selatan ini memiliki beragam adat dan budaya yang cukup unik dalam pelaksanaan prosesi pernikahan.

Adat dan budaya yang merupakan rangkaian dari prosesi nikah pun tak main-main karena membutuhkan waktu, tenaga, serta biaya yang tidak sedikit. Namun inilah keunikan tersendiri dari adat dan budaya yang perlu dikuti karena jika satu diantara berbagai prosesi adat tidak dijalankan, maka pernikahannya dianggap tidak sempurnah.

Penasaran dengan berbagai adat dan budaya dalam pelaksanaan prosesi pernikahan Suku Bugis, yuk kita lihat 14 prosesi dibawah ini yang harus dilalui jika mempersunting gadis dari Suku Bugis

1) Mammanu'-manu'

Prosesi ini dilakukan sebelum upacara pernikahan berlangsung. Dimana keluarga calon mempelai laki-laki mendatangi orangtua mempelai perempuan dan meminta izin serta meminta persetujuan kepada keluarga perempuan untuk mempersunting anak gadisnya. Selain meminta persetujuan, lazimnya dalam momen ini juga sudah dibahas mengenai besaran nilai uang panai, serta hal-hal lain yang dianggap penting untuk dibahas. 

2) Mappetuada

Setelah tahap mammanu'-manu' selesai, maka akan lanjut ke tahap mappetuada. Acara mappetuada biasanya dihadiri oleh keluarga dari keduabelah pihak. Tahap ini bertujuan untuk menyepakati beberapa hal diantaranya penentuan tanggal pernikahan, mahar dan lain-lain. Biasanya di mappetuada, pinangan diresmikan dengan menyematkan cincin kepada pihak perempuan sebagai tanda ikatan persetujuan untuk melaksanakan pernikahan.

3) Mappasau Botting & Cemme Passih

Setelah udangan tersebar, selanjutnya dilakukan mappasau botting, yang berarti merawat pengantin, adalah ritual awal dalam upacara pernikahan. Acara ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut sebelum hari H. Selama tiga hari, pengantin menjalani perawatan tradisional seperti mandi uap dan menggunakan bedak hitam dari campuran beras ketan, asam Jawa dan jeruk nipis. Cemme passih sendiri dipercaya sebagai mandi untuk tolak balak yang dilakukan untuk meminta perlindungan Tuhan dari bahaya. Upacara ini umumnya dilakukan pada pagi hari, sehari sebelum hari H.

4) Mappanre Temme

Prosesi selanjutnya yakni Mappanre Temme atau dengan istilah lain khatam Al-Qur’an. Biasanya dilakukan pada sore hari sehari sebelum hari pernikahan dengan melakukan ritual barazanji yang dipimpin oleh seorang imam.

5) Mappasili

Mappasili sendiri merupakan prosesi siraman. Prosesi siraman ini bertujuan untuk tolak bala dan membersihkan calon mempelai lahir dan batin. Biasanya air siraman atau mappasili diambil dari tujuh mata air dan juga berisi tujuh macam bunga. Selain itu terdapat juga koin di dalam air mappasili.

Selesai mappasili, tamu undangan yang hadir akan berebut koin yang terdapat di dalam air mappasili. Koin yang didapatkan akan diberikan kepada anaknya yang belum menikah. Ada kepercayaan di orang-orang Bugis Makassar kalau anaknya akan mudah mendapatkan jodoh setelah memiliki koin tersebut. Selain itu, saudara dan sepupu dari calon mempelai yang belum menikah biasanya akan ikut dimandikan setelah calon mempelai selesai. Semua itu dilakukan agar saudara dan sepupu dari calon mempelai juga menjadi enteng jodoh.

6) Mappacci

Prosesi ini biasanya dilakukan pada malam hari, sehari sebelum acara pernikahan. Biasanya dilakukan oleh kedua belah pihak, baik pihak laki-laki maupun perempuan dengan ritual tertentu. Pihak keluarga akan bergantian untuk memberikan restu kepada sang pengantin.

7) Mappenre Botting

Selanjutnya prosesi Mappenre botting yang berarti mengantar mempelai laki-laki ke rumah mempelai perempuan. Mempelai laki-laki diantar oleh iring-iringan tanpa kehadiran orangtuanya. Iring-iringan tersebut biasanya terdiri dari indo botting (inang pengantin) dan passepi (pendamping mempelai).

8) Madduppa Botting

Selanjutnya, dilakukan madduppa botting atau penyambutan kedatangan mempelai laki-laki. Penyambutan ini biasanya dilakukan oleh dua orang penyambut (satu remaja perempuan dan satu remaja laki-laki), dua orang pakkusu-kusu (perempuan yang sudah menikah), dua orang pallipa sabbe (orangtua laki-laki dan perempuan setengah baya sebagai wakil orangtua mempelai perempuan). Terkadang juga disambut dengan tarian tertentu, serta seorang perempuan penebar wenno yang terbuat dari padi yang disangrai serta beras.

9) Mappasikarawa / Mappasiluka

Setelah akad nikah, mempelai laki-laki dituntun menuju kamar mempelai perempuan untuk melakukan sentuhan pertama. Bagi suku Bugis, sentuhan pertama mempelai laki-laki memegang peran penting dalam keberhasilan kehidupan rumah tangga pengantin.

10) Marola / Mapparola

Pada prosesi ini, mempelai perempuan melakukan kunjungan balasan ke rumah mempelai lelaki. Bersama dengan iring-iringannya, pengantin perempuan membawa sarung tenun sebagai hadiah pernikahan untuk keluarga suami.

11) Mallukka Botting

Selanjutnya, Malluka Botting. Kedua pengantin menanggalkan busana pengantin mereka. Setelah itu pengantin laki-laki umumnya mengenakan celana panjang hitam, kemeja panjang putih dan kopiah, sementara pengantin perempuan menggunakan rok atau celana panjang, kebaya dan kerudung. Kemudian pengantin laki-laki dililitkan tubuhnya dengan tujuh lembar kain sutera yang kemudian dilepas satu persatu.

12) Ziarah

Sehari setelah hari pernikahan berlangsung, kedua pengantin, bersama dengan keluarga pengantin perempuan melakukan ziarah ke makam leluhur atau keluarga yang telah meninggal. Ziarah ini merupakan bentuk penghormatan dan syukur atas pernikahan yang telah berlangsung lancar.

13) Mappano diuaye

Pada tahap ini, pengantin perempuan dan pengantin laki-laki beserta keluarga berkunjung ke sungai dengan membawa beberapa bekal yang dimasukkan kedalam sebuah box yang terbuat dari anyaman bambu. Kalau orang bugis menyebut Kanreana. Kemudian dihanyutkan di sungai.

14) Massita Baiseng

Sebagai penutup rangkaian acara pernikahan, kedua keluarga pengantin bertemu di rumah pengantin perempuan. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun tali silaturahmi antara kedua keluarga.

Demikianlah beberapa tahapan yang harus dilalui jika melangsungkan pernikahan dengan suku bugis. Meskipun sudah ada beberapa yang mulai bergeser karena pengaruh modernisasi, namun, bagi suku bugis yang masih kental menganggap bahwa prosesi ini menjadi kewajiban untuk tetap dilakukan.



Akbarpost
/Siapa sih yang tidak kenal dengan suku bugis, suku yang paling populer di tanah Sulawesi. Suku ini tak hanya dikenal dengan adat dan budayanya yang unik namun suku ini juga kaya akan beragam kue tradisional khas yang dapat menggugah selera. Teman-teman pada penasaran kan? Yuk kita sama-sama intip beragam kue tradisional khas dari Suku Bugis. 

Barongko

Akbarpost

Barongko

Barongko merupakan kue khas Bugis-Makassar yang terbuat dari pisang yang dihaluskan, telur, santan, gula pasir, dan garam. Kemudian dibungkus daun pisang lalu dikukus. Jika sudah matang, dimasukkan ke dalam kulkas. Dahulu, Barongko disajikan sebagai hidangan penutup bagi para raja Bugis. 

Doko-Doko Cangkuning

Akbarpost

Doko-Doko Cangkuning

Orang Bugis biasa menyebutnya Doko-doko Cangkuning, kue ini identik dengan balutan daun pisang yang berbentuk kerucut terbuat dari tepung beras, tepung sagu, santan, dan gula yang diisi pisang. Pisang yang biasa digunakan sebagai isi pisang jenis pisang raja. Kue ini biasanya dibalut dengan daun pisang lalu dikukus. Selain bahan yang tersebut di atas, kue ini juga sering dikukus dengan balutan daun pandan sehingga memunculkan aroma wangi.

Kue Bagea’

Akbarpost

Kue Tradisional Khas Bugis

Bagea merupakan kue tradisional khas dari Kota Palopo. Kue ini biasanya berbentuk bulat dan warnanya cokelat pucat yang terbuat dari tepung sagu dan gula.

Deppa Te’tekang

Akbarpost

Kue Tradisional Khas Bugis

Deppa Te'tekan merupakan kue tradisional bugis yang terbuat dari bahan sederhana yaitu tepung beras, gula merah, dan biji wijen. Bahan dicampur dan dimasak hingga mengental. Adonan kemudian didinginkan lalu diratakan di atas kantong plastik lebar yang telah dilumuri minyak menggunakan pipa paralon. Setelah itu, adonan dipotong membentuk jajaran genjang dan kemudian digoreng.

Dangke

Akbarpost

Credit Foto By IDN Times

Dangke merupakan keju tradisional khas Enrekang yang terbuat dari susu sapi atau susu kerbau. Warnanya putih dan teksturnya mirip tahu, hanya saja dangke sedikit lebih keras. Rasanya agak asam seperti keju pada umumnya.

Orang Enrekang membuat kue ini dengan cara tradisional yaitu merebus susu hingga mendidih. Susu yang mendidih tersebut dicampurkan dengan sedikit getah buah pepaya agar bisa memperoleh serat susu. Serat susu yang mengendap kemudian diambil dengan cara disaring lalu dimasukkan ke dalam cetakan. Biasanya, dangke dibungkus menggunakan daun pisang. Dangke biasanya langsung dinikmati mentah, digoreng, atau dipanggang. Saat ini juga sudah banyak olahan dangke lain seperti keripik dangke.

Buroncong

Akbarpost

Credit Foto By Makassar Kuliner

Buroncong merupakan kue tradisional khas Takalar berupa kue yang terbuat dari terigu, santan, kelapa parut, gula pasir, dan garam. Kue ini berbentuk setengah lingkaran dengan tekstur bagian luar yang garing dan bagian dalam yang lembut. Keunikan kue ini yaitu pada saat proses pembakaran, adonan dibiarkan sedikit gosong.

Kue Baje

Akbarpost

Credit Foto by Perpustakaan Digital

Kue baje merupakan kue tradisional khas Takalar yang terbuat dari beras ketan, santan, dan gula merah. Kemudian bahan-bahan tersebut dimasak dengan cara dikukus. Setelah matang, adonan dicetak berbentuk persegi panjang berukuran kecil lalu dibungkus menggunakan daun jagung kering. Cara membungkusnya pun sangat unik, yaitu dengan bagian ujung diremas sehingga tampak seperti bungkus permen.

Bipang Jangkar

Akbarpost

Credit Foto by Omiyago

Bipang jangkar merupakan camilan tradisional khas Takalar yang terbuat dari nasi kering dan campuran gula merah. Kue ini memiliki cita rasa manis dengan tekstur yang lengket. Selain warna cokelat, saat ini bipang jangkar tersedia dalam berbagai varian warna yang menarik. Bentuknya pun bermacam-macam, mulai dari bulat hingga kotak.

Putu Pesse

Akbarpost

Credit Foto By Tagar Id

Putu pesse merupakan kue tradisional khas Maros yang berbahan dasar tepung beras ketan, parutan kelapa, dan gula merah halus. Hidangan kue tradisional ini sendiri dalam proses pembuatannya tidak dimasak maupun di panggang atau bahkan di goreng, pembuatan kue ini hanya dengan mencapur semua bahan menjadi satu kemudian di masukkan dalam cetakan.

Roti Maros

Akbarpost

Credit Foto By Berbagi Tips

Roti Maros merupakan roti kampung biasa, menjadi kue tradisional khas Maros. Konon dibuat bagi konsumsi masyarakat menengah ke bawah. Seiring waktu, industri rumah tangga pembuat Roti Maros pun berkembang. Pada awalnya, bentuk Roti Maros masih seperti bakpao berwarna putih. Begitu pula dengan cara pembuatannya hanya menggunakan alat-alat yang cukup sederhana. Biasanya, digunakan alat pemanggang roti yang dindingnya terbuat dari batu bata. Sementara mesin pompa digunakan untuk membuat pembakaran.

Saat ini pembuat Roti Maros sudah menggunakan peralatan modern, seperti oven berbahan bakar gas elpiji, mixer, rak roti, loyang, proofing final box' untuk mempercepat pengembangan adonan roti dan mempercantik kulit roti setelah dioven. Dulu Roti Maros dibungkus dengan plastik bening, setelah itu ditutup dengan kertas roti. Namun, sejak harga kertas roti mahal pada tahun 1990-an, kertas roti diganti dengan kertas koran, yang ternyata justru menjadi ciri khas Roti Maros.

Kue Sengkang

Akbarpost

Kue Tradisional Khas Bugis

Kue Sengkang merupakan Kue tradisional khas Selayar. Kue ini berbentuk seperti Candi Borobudur yang memiliki isian kacang kenari. Kue ini sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Ketika itu hanya untuk kalangan bangsawan, para petinggi kerajaan yang hanya bisa menikmati kue yang satu ini. Namun saat ini siapa saja boleh mencicipinya.

Untuk membuat kue ini, pertama, harus menyiapkan tepung beras, tepung terigu, gula pasir, mentega dan fanily, Lalu untuk isiannya kacang kenari. Setelah bahan-bahan siap pertama-tama masukkan telur dengan gula pasir lalu kocok hingga mengembang. Setelah itu masukkan mentega, tepung beras, terigu dan fanily. Kemudian aduk lagi hingga seluruh bahan tercampur merata, lalu di ulenin dan bentuk bulat-bulat.

Bolu Cukke Pute

Akbarpost

Kue Tradisional Khas Bugis

Kue bolu merupakan salah satu kue tradisional khas sengkang,sulawesi selatan. Kue ini berbahan dasar tepung beras, tepung terigu, gula Pasir, dan telur. Tanpa bahan pengawet. Rasanya lembut dimulut dan enak di lidah.

Baruasa

Akbarpost

Kue Tradisional Khas Bugis

Kue Baruasa merupakan kue tradisional khas Bone, Sulawesi Selatan. Kue ini tidak hanya dikenal sebagai camilan, akan tetapi kue ini wajib disajikan dalam banyak upacara penting seperti penikahan dan pesta panen. Bahan baku kue ini terdiri dari tepung terigu. Tapi terdapat dua jenis gula yang digunakan untuk menambah rasa, yakni gula aren dan gula pasir. Adonan kemudian digoreng dalam minyak kelapa.

Beppea Pute

Akbarpost

Kue Tradisional Khas Bugis

Beppa pute ("kue putih" dalam bahasa Indonesia) merupakan kue tradisional khas Bone, Sulawesi Selatan. Kue ini berbahan dasar tepung beras, kelapa sangrai, telur ayam serta gula pasir. Setelah semua bahan dicampur, adonan bisa dibentuk sesuai selera lalu kemudian dipanggang.

Kue ini termasuk sulit ditemukan lantaran cuma ada dalam pesta pernikahan dan pasar tradisional. Dalam konteks rumah tangga, beppa pute menyimbolkan harapan agar si pasutri murah rezeki, diberi keselamatan serta harmonis sepanjang waktu.

Bandang Lojo

Akbarpost

Kue Tradisional Khas Bugis

Bandang Lojo merupakan kue tradisional khas Bone, Sulawesi Selatan. Kue ini berbeda dengan bandang-bandang yang dibungkus dengan daun pisang, kue bandang ini justru berbeda lantaran tanpa pembungkus. Alhasil ada kata lojo di namanya, yang dalam bahasa Indonesia berarti "telanjang."

Bahan baku dari kue ini terdiri dari pisang, ubi kayu, garam, gula serta kelapa parut. Potongan pisang dibalut dengan adonan ubi kayu yang sudah dihaluskan dan dicampur dengan garam. Kemudian setelahnya ditaburi parutan kelapa.

Kue Uhu-Uhu

Akbarpost

Kue Tradisional Khas Bugis

Kue uhu-uhu merupakan kuliner khas Bulukumba berupa camilan. Kue ini terbuat dari adonan tepung yang dibentuk menyerupai jaring laba-laba. Setelah itu, dilumuri dengan gula aren yang sebelumnya telah dicairkan kemudian digoreng.

Bandang-Bandang

Akbarpost

Credit Foto by Omiyago

Bandang bandang merupakan salah satu kue tradisional khas Bulukumba, Sulawesi Selatan. Kue inihampir sama dengan bandang lojo dari Bone hanya saja untuk kue ini sendiri dilengkapi dengan pembungkus yang biasanya menggunakan daun pisang. Di dalam kue ini diberi pisang kepok yang telah matang. Kemudian, barulah dibungkus dengan menggunakan daun pisang dan dikukus

Bolu Peca

Akbarpost

Kue Tradisional Khas Bugis

Bolu Peca merupakan kue tradisional khas yang memiliki tekstur yang lembut. Sesuai dengan namanya, maka kue satu ini memang memiliki bentuk yang menyerupai kue bolu. Hal yang menjadi pembeda adalah terdapat banyak topping yang dimasukkan ke dalam kue ini. Kemudian dilumuri dengan campuran gula merah yang dilelehkan bersama dengan vanili cair.

Kue Laiya

kue laiya merupakan kue tradisional khas Bugis Makassar yang dihidangkan sebagai salah satu identitas tradisi Komunitas Adat Turungan. Laiya dalam bahasa Indonesia berarti Jahe. Sebagai salah satu kue tradisional, kue ini memang berbentuk seperti jahe dan bulat silang mirip angka delapan berwarna merah kecoklatan.

Kue laiya adalah salah satu hidangan yang selalu dihidangkan saat ada kegiatan adat seperti acara pengantin, syukuran sehabis panen atau saat ritual meminta perlindungan pada yang kuasa dan pelepasan niat usai bernazar. Selain bentuknya menyerupai angka delapan atau dalam isitilah lokal adalah Poto’ Nabi (Ikat Nabi), kue laiya juga merupakan identitas Bugis Makassar, Sulawesi Selatan.

Beppa Taharo

Akbarpost

Kue Tradisional Khas Bugis

Beppa Taharo merupakan kue tradisional khas bugis yang disajikan secara musiman ketika sempat mattaharo (membuat tepung sagu) setiap tahun sekali. Kue ini juga tidak dijajakan seperti kue lainnya, lantaran biasanya hanya dibuat pada saat tertentu ketika ada keluarga yang meminta. Bahan untuk membuatnya pun cukup mudah, yakni hanya perlu menyiapkan tepung sagu, gula merah dan parutan kelapa.

Kue Rakang

Akbarpost

Kue Tradisional Khas Bugis

Kue Rakang merupakan kue tradisional khas Bantaeng, Sulawesi Selatan. Kue ini terbilang sederhana, hanya kentang yg direbus dan di taburi kelapa parut, lalu makannya dicocol dengan sambel terasi ditambahkan dengan kacang tanah.

Kue Lepeng

Akbarpost

Kue Tradisional Khas Bugis

Kue Lepeng merupakan kue tradisional khas Jeneponto. Kue ini dapat ditemui sekali dalam setahun saat hajatan Je'ne-je'ne Sappara. Kue sejenis dodol ini berbahan dasar tepung ketan, gula merah dan minyak kelapa.

Roti Berre

Akbarpost

Kue Tradisional Khas Bugis

Roti Berre' atau yang biasa disingkat dengan Rober merupakan kue tradisional khas Sidrap, Sulawesi Selatan. Kue tradisional ini mejadi favorit masyarakat berbentuk bulat pipih mirip seperti pancake. Terbuat dari campuran tepung beras, pisang yang telah dihaluskan dan gula pasir.

Roti Berre sering dijumpai saat pagi hari. Sehingga, sangat cocok untuk menu sarapan bagi kebanyakan warga. Kue ini lebih nikmat ditemani dengan secangkir teh hangat atau kopi. Namun, bisa juga dihidangkan bersama madu untuk menambah cita rasa manis roti tersebut agar semakin lezat.

Kacipo

Akbarpost

Kue Tradisional Khas Bugis

Kacipo merupakan cemilan tradisional khas kota Parepare yang biasanya sering ditemukan di banyak toko kue di kawasan tersebut. Bentuk kue ini mirip dengan onde-onde yang berukuran kecil. Kue ini memiliki cita rasa manis dan gurih, sehingga membuat lidah selalu ketagihan dengan cemilan tersebut. Jajanan kering ini, terbuat dari tepung terigu dan wijen.

Roti Mantao

Akbarpost

Kue Tradisional Khas Bugis

Roti Mantao merupakan kue tradisional khas Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Jika dilihat sekilas sangat mirip dengan bakpao. Makanan ini terbuat dari susu, gula, air, terigu dan ragi. Biasanya roti ini diisi dengan berbagai varian toping seperti cokelat, stroberi dan kacang.

Kue Karasa

Akbarpost

Kue Tradisional Khas Bugis

Kue Karasa merupakan kue tradisional khas Pinrang yang sudah ada sejak tahun 80'an. Kue ini selalu jadi kue utama yang disajikan oleh pemilik rumah. Bahan pokok yang di gunakan dalam pembuatan kue ini juga sangat sederhana dan sangat mudah didapatkan sebab hanya terbuat dari tepung beras dan gula merah.

Jika kondisi cuaca baik maka kue Karasa ini, bisa di keringkan dibawah sinar matahari hanya dalam waktu dua jam, kemudian disajikan dan dikemas dalam plastik untuk dijual, namun jika kondisi cuaca kurang bersahabat (hujan) kue Karasa ini cukup di keringkan dengan menggunakan oven.

Kue Apang

Akbarpost

Kue Tradisional Khas Bugis

Kue Apang merupakan kue tradisional khas suku Bugis-Makassar. Kue ini memiliki bentuk beragam, ada yang bentuknya segitiga, ada juga yang bentuknya kotak. Kue ini memiliki komposisi tepung beras dengan gula aren atau gula merah sehingga membuat tampilan berwarna kecoklatan. Adapun cara membuat kue ini hanya dengan dikukus.

Apang bugis, bagi masyarakat di Kota Makassar biasa dijadikan teman minum kopi atau teh di pagi hari sebelum berangkat kerja atau aktvitas lainnya. Apang bugis memiliki tekstur yang lembut serta rasa manis yang memikat.

Kue Biji Nangka

Akbarpost

Kue Tradisional Khas Bugis

Kue Biji Nangka merupakan kue tradisional khas Makassar. Kue yang satu ini memang bentuknya mirip dengan biji nangka dan menjadi kudapan khas dari Makassar. Kue yang memang berbentuk seperti biji nangka ini memiliki cita rasa manis dan juga gurih. Rasa gurih dihasilkan dari kentang yang menjadi bahan dasarnya. Kentang yang telah dihancurkan akan diolah sedimikian rupa sehingga berbentuk seperti biji nangka. Untuk memberikan efek mengkilat biasanya digunakan kuning telur bebek dengan tambahan air gula.

Kue Sikaporo

Akbarpost

Kue Tradisional Khas Bugis

Kue Sikaporo merupakan kue tradisional khas bugis yng cukup di gemari. Kue ini berwarna kuning cerah dengan perpaduan warna hijau dan dicetak dengan loyang kelopak bunga. Kue sikaporo merupakan jajanan khas yang berbahan tepung bera, telur, pasta pandan, santan kenal dan juga gula pasir.

Kue Taloba

Akbarpost

Kue Tradisional Khas Bugis

Kue Taloba merupakan kue tradisional khas Bugis yang muncul sekitar tahun 1930 dengan warna kuningnya yang mencolok. Taloba diciptakan oleh permaisuri Raja Bone yang ke 32 bernama Mane’ne Karengta Ballasari. Dulu ketika mengolah kue ini selalu dalam pengawasan permasairu bahkan untuk ukuran takarannya. Memang pada masanya, kue ini selalu hadir di acara acara tertentu kerajaan. Apalagi kala itu bahan bakunya juga sulit untuk di dapatkan.

Kue ini berbahan dasar telur bebek terbaik atau bisa menggunakan telur biasa. Bewarna kuning dengan taburan kismis membuatnya rasanya legit. Bentuknya yang cantik memang membuat kue taloba banyak digemari. Teksturnya yang lembut dan kenyal memang sangat pas disajikan dibeberapa acara yang penting seperti pernikahan.

Putu Cangkiri

Akbarpost

Kue Tradisional Khas Bugis

Kue Putu Cangkiri merupakan kue tradisional khas Bugis yang berbahan dasar beras ketan. Disebut putu cangkiri karena bentuk dari kue ini yang menyerupai cangkir saat diletakkan dalam posisi terbalik.

Cucuru Bayao

Akbarpost

Kue Tradisional Khas Bugis

Cucuru Bayao merupakan kue tradisional dari Makassar yang masih banyak diminati hingga kini. Kue ini memiliki rasa yang sangat manis. Kue ini juga sangat mudah untuk ditemui karena acara pernikahan hingga acara adat. Kue Cucuru Bayao dalam bahasa Makassaer berarti kue telur karena Cucuru berarti kue dan Bayao berarti telur.

Bahan dasarnya memang telur yang dicampurkan dengan kenari, gula pasir dan juga susu. Bentuk dari cucuru bayao bulat pipih dan warnanya kuning tua sehingga terlihat semakin menggoda. Tekstur kue tradisonal satu ini cukup lembut yang mirip dengan kue bola. Aroma serta rasa telurnya juga kuat sama seperti kue bolu.

Akbarpost/Masih saja tentang sebuah pulau yang masuk dalam wilayah kota Makassar. Namanya pulau kayangan terletak di Desa Bulo Gading, Kecamatan Ujung Pandang. Untuk sampai ke pulau ini teman-teman harus menempuh jarak sekitar 1 kilometer yang membutuhkan waktu sekitar 15 menit menggunakan perahu. Pulau ini tak berpenghuni serta lumayan kecil dengan luas wilayah berkisar hanya 1 hektar.

Pulau ini bisa diakses melalui sebuah dermaga yang terletak di Jalan Ujung Pandang. Biasanya kisaran tarif yang harus disiapkan tidak begitu mahal yakni 25 ribu untuk anak-anak dan 35 ribu untuk dewasa. Pulau Kayangan memiliki pemandangan pantai yang sangat indah dengan panorama alam laut lepas dibagian barat dan pesona kota Makassar di bagian timur, lengkap dengan penampakan perahu yang lalu lalang di bibir dermaga.

Pasir putihnya yang lembut dengan air yang jernih akan menghipnotis teman-teman untuk melakukan aktivitas di pantai. Mulai dari bermain air hingga hanya memandang keindahan dari bibir pantai. Bagi teman-teman yang menyukai olahraga seperti diving atau snorkeling bisa dilakukan disini karena pemandangan bawah lautnya akan menjadi salah satu pemandangan yang tak akan teman-teman lupakan begitu saja. Terumbu karang dan biota laut yang begitu melimpah dan beragam menjadikan aktifitas yang satu ini sangat diminati oleh para wisatawan.

Jernih dan tenangnya air disekitar pulau ini menjadikan teman-teman bisa mengintip pesona bawah lautnya dari atas. Meskipun memiliki air yang terbilang tenang, namun teman-teman wajib memiliki lisensi atau izin untuk menyelam. Jika tidak pastikan dalam pengawasan orang yang telah mengenal seluk beluk tempat ini. Teman-teman bisa pula menggunakan guide lokal atau mencari informasi sebanyak banyaknya tentang kegiatan yang boleh dan tidak boleh untuk dilakukan termasuk di dalamnya berenang atau kegiatan menyelam.

Selain dapat menikmati keindahan pulau ini dengan aktivitas lautnya yang memang tak boleh dilewatkan, pulau ini juga sangat menarik untuk dijadikan lokasi camping agar bisa menyaksikan dan menikmati keindahan pulau di malam hari. Namun bagi yang tidak membawa tenda jangan khawatir karena di pulau ini juga tersedia tersedia tempat penginapan yang teman-teman bisa sewa. Bahkan penginapan yang mewah pun sudah tersedia disini mulai dari yang memiliki fasilitas kolam renang lengkap dengan kafe-kafenya.

Setelah menghabiskan waktu bermain atau beraktivitas lainnya, teman-teman boleh melanjutkan aktifitas untuk menikmati kuliner di pinggir pantai tepatnya di restoran yang tersedia, ada banyak pilihan makanan mulai dari yang tradisional sampai yang modern. Menu yang ditawarkan beragam, kebanyakan merupakan makanan khas dari Makassar. Seperti konro, pallu basa hingga minuman seperti es palu butung atau es pisang ijo. Uniknya, restoran ini terlihat seperti dermaga yang memiliki pemandangan yang begitu indah.

Makanya tunggu apalagi, buruan sempatkan waktu untuk berkunjung ke pulau ini.

Credit foto by swiss belhotel internasional

Akbarpost/Pulau Samalona merupakan salah satu dari sekian banyak pulau yang wajib dikunjungi jika menginjakkan kaki di tanah Sul-Sel, pulau ini bagian dari wilayah kota Makassar, tepatnya berada di Kecamatan Ujung Pandang. Untuk sampai ke pulau ini dapat di tempuh sekitar 30-40 menit menggunakan speed boat dari dermaga Kayubangkoa dengan kisaran biaya sewa 300 ribu - 500ribu. 

Meski ukuran pulau ini terbilang kecil namun pulau ini memiliki gugusan terumbu karang yang sangat indah lengkap dengan alam bawah laut yang menyimpan sejuta pesona dan biota unik yang berwarna warni sehingga diistilahkan alam bawah pelangi.

Maka tak heran jika pemandangan bawah laut dari pulau ini terkenal hingga mancanegara. Sehingga wisatawan lokal ataupun asing selalu menyempatkan diri agar bisa datang kesini.

Pulau Samalona juga memiliki pantai berpasir putih, air laut yang berwarna biru toska lengkap dengan banyaknya pohon kelapa yang berjejer di bibir pantai semakin memberi suasana nyaman untuk berlama-lama di pulau ini.

Ada banyak hal seru yang bisa dilakukan selain menyelam atau snorkeling. Berwisata di pulau ini tergolong aman dan nyaman. Sebab ombak yang ada cukup tenang sehingga bisa dijadikan untuk tempat berenang meski tetap harus berhati-hati. Pulau cantik ini memiliki spot foto keren dan cocok untuk mereka yang hobby fotografi. Jika ingin bersantai, teman-teman bisa duduk di pinggir pantai sambil menikmati es kelapa muda.

Selain dapat menikmati keindahan alamnya, di pulau ini teman-teman akan semakin dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang tersedia berupa warung makan yang menyajikan berbagai jenis olahan makanan tradisional yang khas dan lezat seperti ikan dan kepiting bakar.

Di pulau ini juga tersedia fasilitas seperti mushala dan toilet yang akan memudahkan teman-teman untuk beraktivitas seperti biasa. Ada juga penyewaan gazebo dan tenda payung yang tersedia ditepi pantai. Serta tempat penginapan yang sebagian besar disediakan di rumah-rumah penduduk. Selain berbagai keindahan diatas pulau ini juga menyimpan berbagai peninggalan sejarah salah satu diantaranya yakni adanya peninggalan kapal dari Perang Dunia 2.

Tak banyak orang tahu namun ada 7 kapal tenggelam yang berada di sekitar pulau. Seperti kapal Maru yang merupakan kapal perang Jepang dan tenggelam di kedalaman 30 meter, ada juga kapal Lancaster Bomber, Kapal Hakko Maru serta beberapa kapal lainnya. Saat ini diketahui bahwa kapal-kapal tersebut sudah berubah menjadi karang dan menjadi rumah untuk ratusan kehidupan biota laut. Tak jarang juga wisatawan datang untuk berenang ataupun melihat bagaimana keunikan kapal - kapal tersebut.

Suasana alam yang masih alami menjadi hal yang dapat teman-teman temukan di pulau ini. Selain menikmati pemandangan, juga bisa melihat secara langsung aktivitas pedagang dan masyarakat sekitar yang melakukan niaga. Pokoknya keren deh, makanya sangat disayangkan jika tak menyempatkan diri untuk berkunjung ke pulau ini.

Diberdayakan oleh Blogger.