Akbarpost/Pulau Bokori di Konawe, Sulawesi Tenggara, adalah bukti nyata bahwa surga kecil tidak harus berukuran raksasa untuk bikin siapa saja jatuh cinta setengah mati. Berada di tengah hamparan laut biru yang jernih, pulau pasir putih nan eksotis ini seolah sengaja diciptakan bagi Anda yang ingin melarikan diri sebentar dari riuk pikuk kehidupan kota atau sekadar kabur dari tumpukan pesan grup WhatsApp kantor yang tak pernah berhenti berbunyi.

Uniknya, pulau ini dahulunya merupakan permukiman suku Bajo sebelum akhirnya disulap menjadi destinasi wisata hits yang rapi, bersih, dan sangat memanjakan mata. Pohon-pohon kelapa bertengger manis melambai-lambai disapa angin sepoi-sepoi, siap menjadi peneduh alami saat Anda mencoba rebahan santai sambil berpura-pura menjadi jutawan yang sedang berlibur di Maldives (versi lokal dan tentunya jauh lebih hemat kantong). Pemandangan lautnya yang bergradasi dari hijau toska hingga biru tua dijamin membuat pasokan oksigen di paru-paru terasa lebih segar dan seketika menyapu bersih ingatan tentang cicilan bulanan yang belum terbayar.

Potensi wisata yang dimiliki Pulau Bokori betul-betul melimpah dan siap memanjakan segala jenis gaya liburan Anda. Bagi pengabdi konten dan fashionable traveler, pulau ini adalah arena bermain yang sempurna dengan deretan vila kayu terapung di atas air, dermaga-dermaga artistik untuk tempat berpose gaya melamun estetik, serta panorama sunset jingga spektakuler yang siap bikin pengikut Instagram Anda iri setengah mati.

Bagi peminat aktivitas air, Anda bisa memuaskan dahaga petualangan dengan berenang di perairan dangkal yang tenang, menyewa banana boat untuk memicu adrenalin (sekaligus menguji seberapa keras teriakan Anda saat terlempar ke laut), atau sekadar snorkeling menyapa ikan-ikan kecil yang lalu-lalang tanpa perlu khawatir dikejar hiu. Jika ingin menginap, ketersediaan penginapan berkonsep cottage kayu tradisional hingga area camping membuat Anda bisa merasakan sensasi menatap bintang malam sambil mendengarkan desir ombak tanpa perlu takut digigit nyamuk sebesar burung gereja.

Untuk sampai di tempat seindah ini, rute perjalanannya ternyata sangat simpel dan tidak akan membuat Anda tersesat sampai ke samudera tetangga. Petualangan dimulai dari Kota Kendari menuju dermaga penyeberangan di Desa Salo atau Desa Kampusui di Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, yang bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat selama kurang lebih 40 hingga 60 menit saja; jalurnya menyusuri pesisir pantai dengan pemandangan ciamik, meski di beberapa titik ada bonus "atraksi goyang santai" akibat permukaan jalan yang tidak sepenuhnya mulus.

Sesampainya di dermaga penyeberangan, perjuangan Anda dilanjutkan dengan naik kapal katinting (perahu tradisional bermotor milik warga lokal) menyusuri laut tenang selama kurang lebih 10 sampai 15 menit. Tenang saja, ombak di kawasan ini relatif bersahabat dan penyeberangannya tidak seseram drama ketidakpastian membalas pesan dari si doi. Begitu perahu merapat di dermaga kayu Pulau Bokori dan kaki Anda menyentuh pasir putihnya yang halus, rasa lelah akibat perjalanan darat dan laut langsung menguap seketika, berganti rasa takjub luar biasa yang membakar semangat liburan Anda!

Ayo luangkan waktu Anda, luapkan rasa ingin tahu dan jejakkan kaki Anda ke tempat ini. Pesonanya sedang menunggu Anda untuk disaksikan secara langsung, bukan hanya lewat layar kaca. Jangan biarkan impian Anda hanya tersimpan di daftar keinginan.

Kemasi ransel Anda, rencanakan perjalanan Anda, dan buat kenangan tak terlupakan di tempat ini!
Credit picture by genpi.id
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.